FOLLOW US:

021-22524625 info@nazarettour.co.id
 

Inilah Alasan Google membuang peta Palestina dalam Google Maps

Nazaret Tour / Holyland  / Inilah Alasan Google membuang peta Palestina dalam Google Maps
Google Palestina
24 Jul

Inilah Alasan Google membuang peta Palestina dalam Google Maps

Perusahaan IT terbesar dunia saat ini, Google, tengah menjadi sorotan netizen akhir-akhir ini. Hal ini lantaran ‘tak diakuinya’ Palestina dalam Google Maps sebagai sebuah negara oleh raksasa internet asal Amerika Serikat itu.
Google tengah dituduh menghapus Palestina dari Google Maps – tetapi kenyataannya adalah, Google sejak awal tidak pernah menyertakan peta negara Palestina ke dalam Google Maps.

 

Saat mencari Palestina dalam Google Maps, banyak kota-kota dari Negara Palestina ditampilkan dengan rinci, tetapi anehnya tidak ditemukan label Palestina itu sendiri, yang ada hanyalah label Negara Israel. Sementara itu, 136 anggota PBB mengakui Palestina sebagai negara merdeka, kecuali Amerika Serikat dan kebanyakan negara Barat. Padahal pada keterangan Google Maps (mengutip dari Wikipedia), disebutkan bahwa Palestina merupakan sebuah negara di Timur Tengah yang telah diakui oleh 136 negara anggota PBB sejak tahun 2012.

 

Dimana peta negara Palestina?

 

Sikap Google ini sontak memantik gelombang protes dari para pengguna internet yang mencurahkan suara mereka lewat petisi online bertajuk ‘Google: Put Palestine On Your Maps!’ di situs change.org. Sejak bulan Maret tahun 2016 hingga awal September 2016, petisi ini sudah ditanda-tangani sebanyak 336.525 orang. Ada juga hashtag yang bertajuk #PalestineIsHere yang telah tersebar di beberapa sosial media.

 

Seorang juru bicara Google mengatakan: “Tidak pernah ada label ‘Palestina’ di Google Maps, namun kami menemukan beberapa kesalahan yaitu hilangnya label ‘Tepi Barat’ dan ‘Jalur Gaza’. Kami akan bekerja dengan cepat untuk mengembalikan label ini seperti semula.”

 

“Negara Palestina tidak muncul di Google Maps. Kenapa demikian? Israel yang didirikan di tanah Palestina jelas-jelas diakui (keberadaannya oleh Google Maps). Tetap tidak demikian dengan Palestina. Menurut Google, Palestina tidak ada,” demikian bunyi protes dalam petisi tersebut.

 

Google tidak menjelaskan secara gamblang mengapa mereka tidak menampilkan Palestina sebagai sebuah negara di Google Maps. Beberapa pihak pun coba menebak alasan kebijakan Google yang menuai kontroversi luas tersebut.

 

“Ini karena Palestina diterima di Majelis Umum PBB sebagai negara observer namun bukan negara anggota di mana mereka bisa berpartisipasi di resolusi Dewan Keamanan PBB. Yang berarti mereka bukan negara full governing,” sebut seorang blogger politik, Adel Helal, di website tanya jawab populer Quora.

 

“Kelalaian ini (tidak menyebutkan Palestina-red.) adalah penghinaan menyedihkan bagi rakyat Palestina dan merusak upaya jutaan orang yang terlibat dalam kampanye untuk mengamankan kemerdekaan dan kebebasan Palestina dari pendudukan serta penindasan Israel”.

 

Para demonstran menuntut Google atas tidak tercantumnya peta Palestina dalam Maps

 

“Ini isu penting, terlebih Google Maps saat ini menjadi rujukan bagi orang-orang di seluruh dunia, mulai dari wartawan, pelajar dan lainnya yang tengah melakukan penelitian terkait situasi Israel-Palestina. Dan entah disengaja atau tidak, Google telah membuat diri mereka terlibat dalam upaya pembersihan etnis Palestina oleh pemerintah Israel,” pungkas petisi tersebut.

 

Sayang, sampai saat ini pihak Google belum memberikan pertanyaan resmi terkait lenyapnya ‘Palestina dalam Google Maps’.

 

Ini bukan pertama kalinya Google membuat kehebohan diatas wilayah sengketa dan kemungkinan tidak akan menjadi yang terakhir kalinya. Sebuah proyek di tahun 2014 bertajuk ‘Disputed Territories’ mendokumentasikan bagaimana Google Maps mencoba keluar dari masalah sengketa wilayah dan isu-isu politik yang berkembang.

 

Sebagai contoh: Pengguna Google Maps di Rusia melihat garis batas yang solid antara negara Rusia dan Crimea. Di luar garis batas Rusia, Crimea dikelilingi oleh garis putus-putus, yang menunjukkan sebagai wilayah yang diduduki oleh Rusia.

Nazaret Tour

PT. Nazaret Citra Mandiri atau yang lebih dikenal dengan nama Nazaret Tour adalah perusahaan Biro Perjalanan Wisata dengan nomor Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) No. 003/Y.1/31.73.06/-1.858.8/2018. Kami melayani paket wisata ziarah khususnya ke Israel, Timur Tengah, & Eropa.

WhatsApp WhatsApp Kami